Silverqueen

Bagi Kamu Pecinta Coklat, Ini Sejarah Silverqueen yang Ada Di Indonesia

Coklat merupakan makanan yang telah dikenal di seluruh belahan dunia. Semua orang tentu pernah makan coklat baik dalam bentuk batangan ataupun dicampur ke dalam makanan lain. Coklat yang mempunyai rasa manis akan membuat mood menjadi naik sesaat setelah memakannya. Maka dari itu, tak heran apabila coklat dipilih sebagai makanan yang menemani ketika suasana hati menjadi buruk. Coklat telah diproduksi sejak puluhan tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Coklat juga telah menjadi makanan yang cukup populer di Indonesia. Nggak sedikit orang menyebut coklat sebagai camilan yang bisa dimakan secara langsung atau ditambahkan ke makanan lain. Antara satu coklat dengan coklat lain biasanya mempunyai cita rasa yang berbeda. Hal ini biasanya disebabkan oleh kualitas dan asal dari coklat. Tiap daerah biasanya akan mempunyai cita rasa coklat yang berbeda antara satu dengan lainnya. Salah satu coklat yang cukup terkenal di Indonesia adalah Silverqueen.

Silverqueen merupakan produk Indonesia yang telah dikenal dunia. Produk ini telah menjadi kebanggan Indonesia. Silverqueen berada di bawah naungan PT Petra Food yang terletak di daerah Garut, Jawa Barat. Perusahaan ini telah berdiri sejak masa pemerintahan Belanda. Awal mula perusahaan ini merupakan milik orang Belanda yang kemudian menjual perusahaannya kepada Indonesia. Seorang yang menjadi pemilik perusahaan tersebut bernama Ming Chee Chuang. Orang tersebut adalah pria asal Burma yang mempunyai keturunan Tionghoa. Untuk mengetahui secara jelas tentang sejarah Silverqueen kamu dapat melihat ulasan berikut.

Sejarah Silverqueen yang Perlu Kamu Ketahui

Pada mulanya perusahaan Silverqueen memiliki nama NV Ceres yang telah berdiri sejak pemerintahan Belanda. Sejak beralih kepemilikan oleh Chuang perusahaan tersebut kemudian beralih nama  menjadi PT Perusahaan Industri Ceres. Awalnya produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut adalah biskuit Ritz. Biskuit tersebut cukup memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi dari Ritz ini dimulai sejak tahun 1951 dan terus berlanjut hingga mencapai titik puncaknya. Namun, Nabisco Foods kemudian mengklaim biscuit tersebut. Hal ini dikarenakan biskuit Ritz telah ada sejak tahun 1949 di Belanda. Tak berakhir sampai disitu PT Perusahaan Industri Ceres terus memperjuangkan hak cipta atas nama Ritz hingga akhirnya Ritz secara resmi menjadi merk wafer yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Asal Mula Silverqueen yang Menarik

Nggak berakhir dengan adanya wafer Ceres, perusahaan ini kemudian menciptakan produk makanan lain yang telah dimulai sejak tahun 1950 berupa coklat batangan. Coklat batangan tersebut akhirnya diberi nama dengan Silverqueen. Pada tahun 1950 terdapat program yang dikenal dengan nama Program Benteng yang telah diselenggarakan oleh pemerintah. Namun, Chuang tidak mendapatkan kesempatan tersebut. Hal ini tidak menjadikan Chuang berputus asa dan kehabisan akal. Perusahaan tetap memproduksi berbagai coklat dan produk menarik lainnya.

Pada suatu kesempatan Chuang mulai mencampurkan adonan coklat dengan kacang mete yang kemudian dikemas dan dilabeli dengan nama Silverqueen. Brand ini kemudian ditetapkan sebagai merk dari makanan tersebut. Perusahaan kemudian pindah ke Bandung dikarenakan terus mendapatkan pesanan dalam jumlah besar ketika berlangsung Konferensi Asia Afrika. Perusahaan Chuang mendapatkan kesempatan untuk memberikan produk kepada presiden Soekarno untuk jamuan KAA. Hal ini yang menjadi alasan khusus untuk Chuang memindahkan perusahaan dari Garut ke Bandung.

Ulasan di atas merupakan sejarah Silverqueen secara singkat yang dapat kamu ketahui. Sekarang jadi pingin beli Silverqueen bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *