istilah baking

Istilah Baking yang Wajib Kamu Ketahui Berikut Ini

Bagi kamu yang ingin buat kue maupun roti secara profesional. Tentunya, sangat disarankan untuk mengenal berbagai istilah penting dalam baking. Hal tersebut dapat membantumu untuk membuat hidangan istimewa dengan sangat lezat. Biasanya istilah ini digunakan agar memudahkan dalam menamakan proses saat membuat roti maupun kue. Kini, membuat kue tidak hanya diminati oleh para wanita saja. Namun, banyak laki-laki yang bisa membuat sajian ini lebih nikmat dan mantap. Mengetahui beragam istilah penting dalam membuat kue. Tentunya, membantumu menjadi semakin profesional. Berikut beberapa istilah penting baking yang wajib kamu tahu.  

Istilah BPDA atau Baking Powder Double Acting  

Istilah tersebut diperuntukkan pada jenis baking powder atau bubuk pembuatan roti dengan tahapan sebanyak dua proses aktif. Bagi kamu yang ingin mendalami dunia roti perlu mengetahui istilah ini. penggunaannya sering dilakukan dalam proses membuat roti yang diharuskan mengembang.  

Istilah DCC atau Dark Cooking Chocolate  

Perlu kamu tahu bahwa penggunaan istilah ini ditujukan dalam proses pembuatan cokelat masak dengan kandungan kakao tinggi. penggunaan DCC seringkali digunakan dalam proses pembuatan kue yang memiliki citarasa cokelat. Anda bisa menggunakannya sesuai keperluan pembuatan roti cokelat seperti memotong, melelehkan, maupun dilakukan penyerutan. Kamu bisa memanfaatkannya sebagai topping pada sebuah roti.  

Istilah Hard Peak dan Soft Peak dalam Baking 

Penggunaan istilah hard peak sangat dikenal dalam membuat roti dengan melakukan pengocokan telur. Kamu bisa melakukan kocok kaku ini dengan melakukan pengocokan hingga kocokan tidak akan mengalami tumpah. Apabila mangkuk sebagai wadahnya dibalik. Durasinya cenderung lama. Hal ini dikarenakan pengumpulan udara pada bahan kocok lebih banyak hingga menjadikannya kaku. Selain itu, kamu bisa melakukan soft peak untuk menghasilkan kocokan dengan hasil lebih lembut. Kamu bisa mengenalnya seperti halnya membuat adonan telur dan gula yang di mixer untuk menghasilkan foam lembut.  

Istilah Proofing  

Kamu bisa memanfaatkan ragi dalam proses pembuatan roti. Tahapan dalam mengembangkan roti dengan bahan ragi secara aktif dikenal dengan istilah proofing. Tahapan ini dilakukan dengan cara melakukan  pengembangan adonan dengan bentuk menjadi lebih dari 2 hingga 3 kali lipat. Biasanya proses pengembangan dalam keadaan diam beberapa menit. Perlu kamu tahu dalam membuat sebuah roti terdapat dua tahapan proses proofing. Proofing pertama melakukan checking terhadap ragi apakah masih aktif atau tidak. Lalu tahapan kedua membuat roti dengan bentuk yang kamu inginkan. 

Istilah Teknik Aduk Lipat  

Dalam proses pembuatan roti terdapat istilah adu lipat. Proses pembuatan adonan dengan mencampurkan bahan yang basah dan kering. Aduk lipat lebih dikenal dengan mengaduk adonan menggunakan spatula. Caranya dengan mengaduk adonan menggunakan spatula mulai dari pinggir secara menyeluruh. Spatula yang masuk diadonan diputar secara vertikal dan melipat adonan ke dalam terutama ke bagian tengah. kamu bisa melakukannya secara merata. Penggunaan teknik ini dilakukan agar udara menjadi tersimpan dalam adonan yang bersifat kering. Hal ini akan mengunci udara yang masuk ke dalam adonan basah sehingga dalam proses pemanggangan kue menjadi bisa lebih mengembang. Kamu bisa menggunakan beberapa bahan maupun teknik yang masuk dalam istilah penting baking di atas. Hal ini akan memudahkanmu dalam membuat aneka roti dengan kualitas pengembangan terbaik. Tentunya, akan sangat bermanfaat apabila kamu mengembangkan ide bisnis roti dengan melakukan tata cara sesuai prosedur membuat baking.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *