Warung Koffie Batavia

Sejarah Warung Koffie Batavia, Kafe Modern dengan Nuansa Kolonial

Berada di bawah kekuasaan Holland alias Belanda selama 350 tahun lamanya membuat jejak-jejak bangunan dan kulinernya sulit dilupakan. Terlepas dari segala bentuk penjajahan dan sejarah kelam yang seperti ingin dilupakan, nyatanya masa itu memberikan nostalgia tersendiri terutama untuk beberapa kota yang memiliki peran sentral pada masa itu, misalnya saja Jakarta yang dahulu disebut sebagai Batavia. Sisi klasik dan nostalgic inilah yang ingin digambarkan oleh tempat nongkrong sekaligus resto terkenal yang memiliki cabang hampir di seluruh Indonesia: Warung Koffie Batavia. Dari namanya saja mungkin kamu sudah bisa merasakan nuansa zaman kolonial yang menjadi tema besar dari tempat makan ini. Ada kata ‘warung’ yang mencerminkan kultur Indonesia, ada pula ‘koffie’ yang merupakan serapan dari Bahasa Belanda serta ‘Batavia’ yang merupakan nama lama dari Jakarta.

Bukan hanya nama, ternyata berbagai menu yang ditawarkan juga merupakan perpaduan antara Indonesia dan Belanda yang sayang untuk kamu lewatkan tanpa mencicipinya. Tapi, sebelum membahas lebih jauh tentang sajian apa saja yang bisa memanjakan lidahmu, simak dulu sejarah Warung Koffie Batavia berikut ini:

1. Sempat Berubah Nama

Meskipun kafe dan resto ini memiliki konsep mengenang masa kejayaan Jakarta di masa kolonial dulu, namun ternyata di masa awal berdirinya tempat ini sama sekali tidak menunjukkan atau mengisyaratkan nama kota tersebut. Koffie Warung Tinggi adalah nama awal yang menjadi cikal bakal munculnya kafe yang klasik ini. Namun sejak tahun 2016 yang lalu, Koffie Warung Tinggi berubah nama menjadi Warung Koffie Batavia dengan alasan lebih mudah diingat dan juga lebih terlihat aspek sejarah yang ingin ditampilkan.

Menariknya, perubahan nama ini ternyata juga dibarengi dengan perubahan konsep yang awalnya hanya sebagai tempat berkumpul dan menikmati aneka kopi tradisional, menjadi tempat makan bersama teman dan keluarga. Itulah sebabnya kamu tidak hanya bisa menemukan kopi tubruk atau Kopi Peranakan saja, namun juga aneka makanan berat yang mengenyangkan seperti Nasi Uduk Warung dan juga Nasi Goreng Kambing.

2. Batavia dan Pusat Perdagangan Kopi

Mungkin sempat terlintas di pikiran kamu, kenapa memilih Batavia sebagai konsep kafenya? Bukannya di Indonesia juga banyak kota lain yang bersejarah dan berhubungan dengan masa penjajahan Belanda? Jadi, sejak tahun 1600 an kopi mulai ditanam di Indonesia dan Jakarta – atau Batavia—merupakan kota sentral perdagangan kopi yang bisa dibilang memegang peranan penting dalam kesuksesan perniagaan pada masa itu. Dengan kata lain, meskipun belum menjadi ibukota nyatanya Batavia memiliki sejarah berharga dan berperan besar selama kekuasaan Belanda yang punya daya tarik sendiri.

3. De Brenderij Van Kwaliteitskoffie

Kalau membaca slogan berbahasa Belanda begini, kamu seperti bisa merasakan suasana khas zaman kolonial bahkan sebelum kamu memasuki resto tersebut. De Brenderij Van Kwaliteitskoffie merupakan slogan yang terpampang di depan pintu Warung Koffie Batavia yang akan menyambut kedatangan kamu dan juga tamu lainnya.

Slogan ini memiliki arti ‘pembuat kopi berkualitas’ yang ternyata bukan isapan jempol belaka. Semua menu kopi yang disajikan disini terbukti memiliki rasa yang mantap dan membuat ketagihan, meskipun dalam konsepnya yang klasik tradisional. Kopi Tubruk, Kopi Peranakan bahkan coffee cold brew yang dikemas dalam botol kaca membuat kamu melek dan bisa menikmati setiap tetesnya.

Jadi, itulah sejarah Warung Koffie Batavia yang sukses memiliki banyak pelanggan. Buat kamu yang bosan dengan suasana kafe modern dan merindukan nuansa klasik zaman dahulu yang kental dengan sejarah Batavia, segera kunjungi Warung Koffie Batavia yang memiliki cabang tak hanya di Jakarta dan Surabaya namun juga di Medan dan Kuta, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *